• 021 7563213
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Original Article: Implementasi Biodiesel di PLTD

Power generation sector consumes diesel fuel in moderate amount about 3 million kilo-litre per year. This number equals to 10 percent of national diesel fuel consumption. Therefore, the implementation of biodiesel in power generation sector especially in diesel power plant needs special attention. For that reason, BTBRD studies and research on topic "Developing Standard and Characterization of Biodiesel blend B30 for power generation sector". Related to these activities, surveys and field visits to diesel power plant were carried out in various areas of operations of PT PLN, i.e. NTT (representing East region of Indonesia), Barito (representing middle region of Indonesia), as well as the Bangka-Belitung (representing West region of Indonesia).

Some field fact were found from those visits, such as the importance of checking the fuel quality and specification as well as the importance of socialization and implementation related to the handling and storing of biodiesel blend. In handling and storing biodiesel blend, biodiesel characteristics must be taken into consideration, particularly related to its solvent nature. Solvent nature from biodiesel capable of dissolving the dirt in the tank or fuel lines that can carried over into the filter. Filter blockage may occur at the beginning of use, especially if the tank and fuel lines are very dirty and not cleaned first before migration from diesel fuel to biodiesel. In addition, it is necessary to ensure the compatibility of diesel engine with the use of biodiesel and its blend.

Hopefully, with this visit, field data to develop recommendations for biodiesel blend standards and handling guide can be obtained so that the implementation of biodiesel in the power generation sector can run smoothly.

 



Sebelum pengujian kondisi sampel dalam kemasan harus dijaga agar hasil pengujian dapat merepresentasikan kondisi sampel yang sesungguhnya. Berikut ini panduan dalam mengemas sampel siap uji.

Secara umum:

  1. Siapkan wadah yang kering dan bebas kontaminasi.
  2. Pastikan wadah memiliki tutup yang dapat menjaganya dari kebocoran.
  3. Pastikan tutup/segel yang digunakan tidak mudah bereaksi dengan bahan kimia. Hindari penggunaan tutup yang berlapis kardus/lem, karena uap dari sampel volatil dapat melarutkan lem dan mengontaminasi sampel.
  4. Hindarkan sampel dari paparan sinar matahari langsung dan juga kelembaban tinggi/air.
  5. Untuk menjaga homogenitas sampel, simpanlah sampel pada wadah yang cukup. Hindari penggunaan banyak wadah untuk satu sampel yang sama.
  6. Untuk pengujian sampel lebih dari satu parameter uji, tidak perlu memisahkan sampel untuk masing-masing parameter.
  7. Beri label pada sampel jika dibutuhkan. Bersihkan permukaan wadah sebelum menempel label agar tidak mudah lepas.
  8. Bungkus wadah sampel dengan baik untuk mencegah kerusakan dan kebocoran dalam proses pengiriman.

Khusus sampel biodiesel/biofuel

  1. Material wadah yang disarankan yaitu botol plastik atau kaca.
  2. Hindari penggunaan botol air minum bekas maupun kantong plastik sebagai wadah sampel.
  3. Disarankan untuk mengisi wadah penuh atau 3/4 penuh untuk menghindari pengumpulan uap air.

khusus sampel solar/B-XX

  1. Material wadah yang disarankan yaitu kaleng stainless atau kaca.
  2. Hindari penggunaan botol air minum bekas maupun kantong plastik sebagai wadah sampel.

 

 


© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Balai Teknologi Bahan Bakar dan Rekayasa Disain - BPPT