• 021 7563213
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Boiler Simulator

Metode Uji

Tungku Boiler Simulator dirancang untuk meniru kondisi yang terdapat pada utility boiler. Secara keseluruhan fasilitas pengujian menggunakan tungku boiler ini terdiri dari sebuah sistem pengumpan batubara (coal feed system), pemanas udara sekunder (secondary air pre heaters) dan peralatan pengontrol emisi partikel. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan termokopel sepanjang tungku maupun test duct untuk mengetahui distribusi perpindahan panas pembakaran batubara di dalam tungku. Lubang-lubang pengamat disediakan, baik untuk mengamati nyala api, pembentukan kerak atau pengotoran yang terjadi di panel slagging dan fouling. Selain itu, lubang pengamat tersebut juga berfungsi untuk pengukuran temperatur gas dengan HVT (high velocity termocouple) probe. Fasilitas ini dibagi menjadi dua area yaitu daerah radiasi pada posisi vertikal yang disebut juga tungku dan daerah konveksi pada posisi horisontal yang disebut juga test duct.Tungku boiler simulator memiliki diameter dalam 1,2 m dan panjang 2,4 m, dengan kapasitas desain dari tungku boiler adalah sekitar 1,47 MW (5 Mbtu/jam) atau ekuivalen dengan 200 kg/jam (440 lbs/jam) batubara jenis bituminus.

Pengujian karakteristik batubara untuk mengamati potensi pembentukan fouling dan slagging dilakukan dengan menggunakan panel fouling dan panel slagging. Panel ini digunakan untuk mensimulasikan pipa-pipa boiler pada daerah konveksi dan radiasi di boiler skala penuh. Panel Fouling ini ditempatkan pada daerah konveksi di keluaran tungku boiler simulator. Temperatur permukaan panel ini dipertahankan pada temperatur 550oC dengan menggunakan udara sebagai media pendingin. Sedangkan panel slagging ditempatkan di daerah radiasi Dengan adanya panel slagging dan fouling ini diharapkan slagging dan fouling dapat terbentuk pada panel tersebut, sehingga slagging dan fouling dapat diamati secara visual maupun kuantitas berdasarkan heat flux pada panel. Setelah pengujian, deposit abu yang terbentuk pada panel slagging dan fouling tersebut diambil dan dibagi menjadi beberapa bagian untuk dites dengan force meter agar diketahui kekuatan maksimum deposit.

Cara Kerja

Sebelum melakukan pembakaran batubara, dilakukan penyalaan awal dengan menggunakan gas LPG. Gas ini digunakan untuk memanaskan temperatur tungku agar memenuhi temperatur penyalaan batubara sekitar 450oC. Setelah kondisi ini dipenuhi, maka serbuk batubara siap dimasukkan. Serbuk batubara dari hopper penyimpan diumpankan ke dalam penginjeksi batubara. Serbuk batubara ini kemudian dibawa oleh udara primer ke burner untuk dibakar didalam tungku. Campuran batubara dan udara primer masuk ke burner dan bercampur dengan udara sekunder yang telah dipanaskan awal (200oC – 430oC) dan terbakar di dalam tungku. Setelah meninggalkan tungku, gas pembakaran mengalir ke dalam test duct.

Dalam melakukan pengujian ini, kondisi FEGT merupakan suatu target yang harus dicapai dan dipertahankan agar dapat diamati karakteristik slagging dan fouling batubara. FEGT adalah kondisi temperatur gas pembakaran pada daerah keluar tungku, dimana pada daerah ini merupakan pertemuan (daerah transisi) antara daerah radiasi dan konveksi. FEGT ini umumnya juga digunakan sebagai acuan dalam mengevaluasi kondisi temperatur gas pembakaran di boiler skala penuh. Kondisi FEGT yang diujikan adalah berkisar antara 800 – 1200oC. Pengujian dimulai dari kondisi FEGT yang rendah. Untuk mencapai target FEGT tersebut, perlu diatur parameter lainnya seperti: udara lebih, laju batubara, temperatur udara sekunder dan bilangan swirl. Kondisi FEGT ini harus selalu dipantau dengan memasukkan HVT probe secara berkala.

Aplikasi

Batubara

Layanan uji pembakaran batubara


© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Balai Teknologi Bahan Bakar dan Rekayasa Disain - BPPT