• 021 7563213
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

  •  

    2001

    Kegiatan berfokus pada Research and Development untuk memperoleh desain proses, kondisi operasi, dan berorientasi pada kualitas bahan bakar otomotif

  •  

    2002

    Rekayasa dan Disain Pabrik Biodiesel Kapasitas 1.5 ton/hari Berbasis Minyak Kelapa Sawit

    Pabrik Biodiesel 1.5 ton/hari
    Spesifikasi :

    • Sistem Batch, reaktor jenis CSTR (continuous stirred tank reactor)
    • Pretreatment : Degumming, Filtrasi, Catalyst Mixing
    • Proses : Esterifikasi/Trans-esterifikasi
    • Purifikasi : Wet Washing, Vacuum Drying, Filtrasi
    • Dilengkapi dengan Kolom Distilasi untuk Methanol Recovery
    • Kualitas Biodiesel memenuhi SNI 04-7182-2006
  •  

    2003

    pabrik biodiesel 1.5 TPD
    • Pabrikasi peralatan proses
    • Uji Coba dan Pengoperasian Pabrik Biodiesel Kapasitas 1.5 ton/hari di Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan
  •  

    2004

    Optimasi Proses (bahan baku minyak, metanol, katalis)

  •  

    2005

    Jarak Pagar & Kelapa Sawit

    Diversifikasi bahan baku minyak, mencari potensi minyak baru seperti minyak jarak pagar, limbah minyak sawit, palm fatty acid distillate, dan lainnya

  •  

    2006

    Rekayasa dan Disain Pabrik Biodiesel Kapasitas 3 ton/hari Berbasis Minyak Goreng Bekas dengan kandungan asam lemak bebas rendah

    Pabrik Biodiesel 3 ton/hari
    Spesifikasi :

    • Sistem Semi Kontinu, reaktor jenis CSTR (continuous stirred tank reactor)
    • Pretreatment : Filtrasi, Catalyst Mixing
    • Proses : Trans-esterifikasi
    • Purifikasi : Wet Washing, Vacuum Drying, Filtrasi
    • Dilengkapi dengan Kolom Distilasi untuk Methanol Recovery
    • Kualitas Biodiesel memenuhi SNI 04-7182-2006
  •  

    2007

    pabrik biodiesel 3 TPD versi 1
    • Pabrikasi peralatan proses
    • Uji Coba dan Pengoperasian Pabrik Biodiesel Kapasitas 3 ton/hari di Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan
    • Optimasi Proses (Tahap 1)
  •  

    2008

    Optimasi Proses (Tahap 2) Meliputi:

    • Efisiensi konsumsi metanol dan katalis
    • Efisiensi proses pencucian (washing step) biodiesel
    • Pengoperasian dan uji kinerja kolom distilasi
  •  

    2009

    Optimasi Proses (Tahap 3) Meliputi:

    • Pengoperasian Glycerol Plant
    • Optimasi Kolom Distilasi
  •  

    2010

    Bidang Fokus Penelitian Karakteristik Biodiesel

    • Pengembangan Metoda Kontrol Kualitas untuk Uji Mutu Biodiesel yang dapat Diterapkan oleh Industri Kecil - Menengah
    • Studi Stabilitas Biodiesel Berbasis Bahan Baku Minyak Nabati Lokal (Minyak Sawit dan Jarak Pagar) dalam Tahap Penyimpanan dalam Rangka Percepatan Difusi dan Pemanfaatan IPTEK
    • Metode Uji Stabilitas Biodiesel yang Murah, Akurat dan Komprehensif
    • Pengembangan Teknologi Hidrogenasi Katalitik untuk Menghilangkan Gugus-Gugus Tak Jenuh Ganda dari Minyak Nabati dalam rangka Meningkatkan Stabilitas Oksidasi Biodiesel
    • Proses Esterifikasi Asam Lemak dan Gliserol untuk Meningkatkan Rendemen Proses Produksi Berbahan Baku CPO
    • Perintisan Pembangunan Pabrik Biodiesel Skala Komersial Kapasitas 30 - 40 Ribu Ton/Tahun Dengan Teknologi Lokal
  •  

    2011

    Rekayasa dan Disain Pabrik Biodiesel Kapasitas 3 ton/hari Berbasis Minyak Goreng Bekas dengan kandungan asam lemak bebas rendah. Meliputi:

    • Pemilihan jenis adsorben untuk dry washing
    • Optimasi sistem dry washing
  •  

    2012

    Modifikasi Pabrik Biodiesel 3 ton/hari dengan Teknologi Purifikasi Dry Washing

    Pabrik Biodiesel 3 ton/hari
    Spesifikasi:

    • Sistem Kontinyu, reaktor jenis PFR (Plug Flow Reactor)
    • Pretreatment : Catalyst Mixing, Premixing
    • Proses : Trans-esterifikasi
    • Purifikasi : Dry Washing, Evaporator, Filtrasi

    Desain pabrik yang sama diaplikasikan di PT Astra Agro Lestari, Pangkalan Bun

  •  

    2013

    pabrik biodiesel 3 TPD versi 2

    Pabrikasi Pabrik Biodiesel 3 ton/hari

  •  

    2014

    Optimasi Desain Pabrik Biodiesel Kapasitas 3 ton/hari meliputi:

    • Optimasi desain tangki pengendapan (settling tank)
    • Trial and run pabrik biodiesel

Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Biodiesel dikeluarkan oleh BSN dengan nomor SNI 7182:2015 yang sudah merevisi SNI 04-7182-2006 dan SNI 7182:2012 - Biodiesel. Adapun syarat mutu biodiesel tersebut dapat dilihat dari tabel berikut.

Syarat Mutu Biodiesel SNI 7182:2015

NoParameter UjiSatuan, min/maksPersyaratanMetode Uji Alternatif
1 Massa jenis pada 40oC kg/m3 850 -890 ASTM D 1298 atau ASTM D 4052
2 Viskositas Kinematik pada 40oC mm2/s (cSt) 2,3 - 6,0 ASTM D 445
3 Angka setana min 51 ASTM D 613 atau ASTM D 6890
4 Titik nyala (mangkok tertutup) oC, min 100 ASTM D 93
5 Titik kabut oC, maks 18 ASTM D 2500
6 Korosi lempeng tembaga (3 jam pada 50oC)   nomor 1 ASTM D 130
7 Residu karbon %-massa, maks   ASTM D 4530 atau ASTM D 189
- dalam per contoh asli, atau 0,05
- dalam 10% ampas distilasi 0,3
8 Air dan sedimen %-vol, maks 0,05 ASTM D 2709
9 Temperatur distilasi 90% oC, maks 360 ASTM D 1160
10 Abu tersulfatkan %-massa, maks 0,02 ASTM D 874
11 Belerang mg/kg, maks 100 ASTM D 5453 atau ASTM D 1266 atau ASTM D 4294 atau ASTM D 2622
12 Fosfor mg/kg, maks 10 AOCS Ca 12-55
13 Angka asam mg-KOH/g, maks 0,5 AOCS Cd 3d-63 atau ASTM D 664
14 Gliserol bebas %-massa, maks 0,02 AOCS Ca 14-56 atau ASTM D 6584
15 Gliserol total %-massa, maks 0,24 AOCS Ca 14-56 atau ASTM D 6584
16 Kadar ester metil %-massa, min 96,5  
17 Angka iodium %-massa(g-I2/100g), maks 115 AOCS Cd 1-25
18 Kadar monogliserida %-massa, maks 0,8 ASTM D 6584
19 Kestabilan oksidasi menit    
- Periode induksi metode rancimat, atau 360 EN 15751
- Periode induksi metode petro oksi 27 ASTM D 7545
     

Pentahapan kewajiban minimal pemanfaatan biodiesel (B100) sebagai campuran bahan bakar

Jenis SektorApril 2015Januari 2016Januari 2020Januari 2025Keterangan
Rumah Tangga - - - - Saat ini tidak ditentukan
Usaha Mikro, Usaha Perikanan, Usaha Pertanian, Transportasi, dan Pelayanan Umum (PSO) 15% 20% 30% 30% Terhadap kebutuhan total
Transportasi Non PSO 15% 20% 30% 30% Terhadap kebutuhan total
Industri dan Komersial 15% 20% 30% 30% Terhadap kebutuhan total
Pembangkit Listrik 25% 30% 30% 30% Terhadap kebutuhan total
     

*) Peraturan Menteri ESDM No. 12 tahun 2015 tentang Perubahan ke-3 atas Peraturan Menteri ESDM No. 32 tahun 2008 tentang penyediaan, pemanfaatan, dan tata niaga bahan bakar nabati (biofuel) sebagai bahan bakar lain



APA ITU BIODIESEL?

Biodiesel adalah bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari bahan alami yang terbarukan seperti minyak nabati dan hewani. Secara definisi, biodiesel adalah senyawa metil-ester hasil dari proses esterifikasi/transesterifikasi minyak nabati atau lemak hewani. Karena memiliki sifat fisis yang sama dengan minyak solar, biodiesel dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti untuk kendaraan bermesin diesel. Biodiesel tidak mengandung bahan bakar minyak bumi, tadi dapat dicampur sesuai perbandingan tertentu. Biodiesel mudah digunakan, dapat diuraikan secara alami, dan tidak beracun.


DARI MANA ASAL BIODIESEL? APA BAHAN BAKU BIODIESEL?

Biodiesel dapat diproduksi dengan bahan baku jarak pagar, sawit, randu, kelapa, kecipir, kelor, kusambi, nimba, saga utan, akar kepayang, gatep pait, kepoh, ketiau, nyamplung, randu alas, seminai, siur, tengkawang terindak, bidaro, bintaro, bulangan, cerakin, kampis, kemiri cina, nagasari, sirsak, srikaya serta potensi minyak nabati dan lemak hewani lain di Indonesia. Bahan baku utama biodiesel yang digunakan di Indonesia yaitu minyak sawit (CPO). Minyak sawit dipilih karena pembudidayaannya sudah mapan dibuktikan dengan posisi Indonesia sebagai produsen CPO terbesar nomor dua di dunia saat ini. Salah satu bahan baku potensial lainnya yaitu jarak. jarak dianggap potensial menggantikan minyak sawit karena tidak dapat dikonsumsi, dapat tumbuh di lahan kritis, dan juga memiliki kandungan minyak yang cukup tinggi hingga 30%. Biodiesel juga dapat dibuat dari minyak sawit bekas atau sering disebut minyak jelantah. Dengan menggunakan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel, kita juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan dari limbah minyak rumah tangga.


UNTUK APA SAJA PENGGUNAAN BIODIESEL?

Biodiesel dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti solar untuk mesin diesel dan dapat digunakan sebagai minyak bakar. Sektor yang menggunakan biodiesel di antaranya sektor transportasi, industri, dan pembangkit listrik.


BAGAIMANA PROSES PEMBUATAN BIODIESEL?

Proses pembuatan biodiesel dapat dilakukan dengan 4 cara: transesterifikasi, esterifikasi, dan konversi enzimatis. Namun demikian, cara yang paling umum digunakan yaitu transesterifikasi dan esterifikasi. transesterifikasi digunakan untuk bahan baku berupa trigliserida (seperti minyak jelantah) dan esterifikasi untuk bahan baku berupa asam lemak.
Proses transesterifikasi secara umum adalah reaksi trigliserida dengan alkohol dengan bantuan katalis sehingga menghasilkan asam lemak metil ester dan gliserin. Asam lemak metil ester atau FAME (Fatty Acid Methyl Ester) inilah yang selanjutnya menjadi biodiesel setelah dikeringkan dan difilter.

  Yuk simak video pembuatan biodiesel

BAGAIMANA PERBANDINGAN SIFAT BIODIESEL DAN BAHAN BAKAR FOSIL ATAU SOLAR?

Parameter Solar (B-0) Biodiesel (B-100)
Komposisi senyawa Hidrokarbon Ester asam lemak (jenuh dan tidak jenuh)
Nilai kalor 42,7 MJ/kg 37 MJ/kg
Berat Jenis B-0 < B-100
Angka Setana B-0 (min 48) < B-100 (min 51)
Titik Nyala B-0 (sekitar 55°C) < B100 (di atas 100°C)
Kandungan Sulfur B-0 (3500 ppm) > B-100 (100 ppm)
Titik tuang/titik kabut B-0 << B-100
Viskositas B-0 (relatif) < B-100
Polaritas Non-polar Polar

BERAPA PERBANDINGAN EMISI BIODIESEL DAN BAHAN BAKAR FOSIL ATAU SOLAR?

Penggunaan B30 (Solar dengan kadar Biodiesel 30%) menunjukkan penurunan emisi rata-rata CO 25.35%, NOx + THC 10.82%, Partikulat 42.02%, dan opasitas 23.5% dibandingkan dengan emisi yang dihasilkan dari penggunaan solar. Kadar sulfur biodiesel lebih rendah dibandingkan dengan solar sehingga kandungan SOx pada pembuangan lebih rendah.


APAKAH BIODIESEL DAPAT LANGSUNG DIGUNAKAN PADA MESIN DIESEL BIASA?

Biodiesel siap digunakan oleh mesin diesel biasa dengan sedikit atau tanpa penyesuaian. Penyesuaian dibutuhkan jika penyimpanan atau wadah biodiesel terbuat dari bahan yang sensitif dengan biodiesel seperti seal, gasket, dan perekat terutama mobil lama dan yang terbuat dari karet alam dan karet nitril.


APAKAH BIODIESEL DIGUNAKAN MURNI ATAU DICAMPUR DENGAN BAHAN BAKAR FOSIL?

Biodiesel dapat digunakan murni dan dapat juga dicampur dengan solar.


APAKAH PENGGUNAAN BIODIESEL LEGAL DAN BERTERIMA?

Biodiesel sudah diakui dan digunakan sebagai bahan bakar natural di Indonesia. sudah ada standar mutu biodiesel dan juga peraturan yang mengatur tentang penggunaannya.

  • Standar mutu biodiesel dalam negeri di Indonesia mengikuti SK Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi No. 100 K/10/DJE/2016 dan telah diperbarui dengan SK Dirjen EBTKE No. 189.K/10/DJE/2019
  • Penggunaan biodiesel dalam negeri diatur oleh peraturan menteri ESDM no 12 tahun 2015 yang mewajibkan penggunaan biodiesel minimal 20% untuk sektor Usaha Mikro, Usaha Perikanan, Usaha Pertanian, Transportasi, dan Pelayanan Umum (PSO), Transportasi Non PSO, serta Industri dan komersial. sementara untuk sektor pembangkit listrik diwajibkan minimal 25% dari kebutuhan total. kewajiban ini aktif mulai april 2015 dan akan naik angkanya januari 2016.

APAKAH PERLU TEMPAT PENYIMPANAN KHUSUS UNTUK BIODIESEL?

Biodiesel harus disimpan di wadah tertutup untuk menghindari kontak langsung dengan udara luar, air, dan sinar matahari untuk menghindari oksidasi. Hindari pula tempat penyimpanan dari bahan kuningan, perunggu, tembaga, timbal, timah, dan seng yang dapat mengoksidasi biodiesel. Sebaiknya menggunakan tempat penyimpanan berbahan alumunium, steel, fluorinated polyethylene, fluorinated polypropylene, teflon, nylon, dan viton yang tidak terpengaruh oleh biodiesel.


© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Balai Teknologi Bahan Bakar dan Rekayasa Disain - BPPT