• 021 7563213
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Pengajuan Sampel

Pengajuan Sampel Biodiesel atau bahan bakar cair dapat dilakukan dengan

  1. Konfirmasi jenis analisa yang dapat dilakukan dengan menghubungi
    email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
    Tel. 021 7563213 / 17
    Fax. 021 7563273
  2. Informasikan jenis dan jumlah sampel yang diujikan, serta lengkapi data pelanggan untuk pelaporan dan penagihan.
    Isi Form Permintaan Pengujian Sampel Online
  3. Setelah menerima konfirmasi ACC/penerimaan rencana uji. Pengemasan sampel uji.
    Panduan kemasan sampel
  4. Pengiriman/Penyerahan Sampel uji & pembayaran secara transfer/ MPN G3

Daftar Harga Analisa Batubara / Bahan Bakar Padat1

No Jenis Analisa Standar Uji Harga Satuan Uji Minimal Sampel
1 Preparasi sampel (hingga 60 mesh)2 ASTM D2013 Rp 200.000 3 kg
2 Analisis Nilai Kalor (Qraw)3 ASTM D5865 Rp 525.000 50 gram (lolos mesh 60)
3 Analisis CHN ASTM D5373 Rp 650.000 50 gram (lolos mesh 60)
4 Analisis Total Sulfur ASTM D4239 Rp 425.000 50 gram (lolos mesh 60)
5 Analisis Proksimat4 ASTM D3172 Rp 550.000 50 gram (lolos mesh 60)
6 Moisture Content Biomassa / Particulate Wood Fuel ASTM E871 Rp 225.000 500 gram (max 1 inch3)
7 Total Moisture Batubara ASTM D3302 Rp 250.000 3 kg
8 Ash Content ASTM D3174 Rp 225.000 50 gram (lolos mesh 60)
9 moisture content ASTM D3173 Rp 200.000 50 gram (lolos mesh 60)
10 volatile matter ASTM D3175 Rp 225.000 50 gram (lolos mesh 60)
11 Uji Bakar Batubara (Lengkap)    hubungi kami untuk kontrak

Keterangan:

1 tanpa analisa moisture sampel, pelaporan dilakukan dalam ARB (As Received Base/ As Determined) saja

2 untuk sampel biomassa dilakukan sesuai metode batubara dengan syarat: a) kondisi sampel bisa dihancurkan dan dihaluskan, dan b) sampel tidak dalam keadaan basah

3 tanpa koreksi atas pembentukan asam dan kadar sulfur dan moisture yang ada dalam sampel

4 proksimat: termasuk total moisture, abu & volatile

abc = layanan pengujian tidak tersedia sementara
*) Biaya pengujian tidak dikenakan pajak PPN dan PPh 23
**) BTBRD tidak dapat mengeluarkan faktur pajak untuk persyaratan administrasi
***) Parameter yang diujikan menyesuaikan dengan ketersediaan instrumen di Laboratorium BTBRD

Kontak kami untuk pengajuan sampel uji



Titrino

 

Metode Titrino

Dengan menggunakan autotitrator Titrino aktivitas titrasi menjadi lebih mudah. Titik ekivalen dapat terbaca secara otomatis tanpa pengamatan secara visual (karena tidak membutuhkan indikator) sehingga hasil diperoleh lebih cepat dan akurat.

 

Prosedur Analisa Menggunakan Titrino

Pilih metode yang akan digunakan, kemudian sampel yang telah ditimbang dan dilarutkan dalam pelarut dititrasi menggunakan titer yang ada pada buret Titrino. Tunggu sampai titik ekivalen terdeteksi. Hasil akan dihitung secara otomatis oleh alat dan terbaca pada display.

 

Aplikasi

  • Mengukur kadar Free Fatty Acid (FFA) pada sampel minyak nabati
  • Mengukur kadar Total Acid Number (TAN) pada biodiesel, minyak solar dan campuran biodiesel (BXX)

 

Acuan Standar

ASTM International D 664-11a Standard Test Method for Acid Number of Petroleum Products by Potentiometric Titration

Daftar harga layanan pengujian bahan bakar cair


Lab Karakterisasi Bahan Bakar Padat

Pengujian bahan bakar padat terutama batubara untuk mengetahui karakteristiknya seperti komposisi abu, titik leleh, kandungan air, kandungan zat mudah terbang, komposisi CHNS, nilai kalor dan kekerasannya.

Instrumen Laboratorium

Layanan Jasa

 


Metode Uji

Tungku satu dimensi (one dimensional furnace) adalah sebuah tungku pengujian skala pilot yang telah dirancang khusus untuk mensimulasikan secara sederhana proses pembakaran batubara atau bahan bakar padat lainnya. Walaupun beberapa simplifikasi telah dilakukan, seperti ditiadakannya turbulensi dan resirkulasi aliran di dalam tungku, namun hasil dari pengujian menggunakan alat ini secara kuantitatif dapat merepresentasikan keadaan kondisi operasi yang sebenarnya seperti yang terdapat di dalam tungku komersil dengan jalan mengatur ukuran partikel, laju kalor panas (heating rate) dan proporsi udara lebih (excess air) yang diperlukan.

Komponen utama dari tungku satu dimensi ini terdiri dari tungku pembakar, pengumpan batubara, sistem pemasok udara dan sistem pengambilan data temperatur dan sampel gas. Tungku pembakar (furnace) berupa model pembakar vertikal (vertical firing) dengan diameter dalam tungku 30 cm dan tinggi 6 m. Tungku ini dirancang untuk membakar batubara bubuk dengan ukuran antara 50-80% lolos 200 mesh dengan kandungan air maksimum kurang lebih 10%. Adapun kapasitas desain laju panas nominal maksimum dari tungku ini adalah 150.000 Btu/jam (44 kW) atau ekivalen dengan 12 lb/jam (6 kg/jam) batubara.

Manfaat tungku ini adalah kemampuannya untuk mendapatkan data-data karakteristik pembakaran dasar batubara yang meliputi : temperatur penyalaan (ignition temperature), waktu penyalaan (ignition time), waktu karbon habis terbakar (carbon burn out time), dan panjang nyala (flame thickness). Tungku satu dimensi ini bisa digunakan juga untuk mensimulasikan kondisi praktis pembakaran seperti kandungan karbon tidak terbakar dalam abu hasil pembakaran dan pengendalian polusi.

Cara Kerja

Tahap pertama yang dilakukan dalam pengujian ini adalah menentukan temperatur penyalaan (ignition temperature) dari batubara yang diuji. Pengujian ini diawali dengan pemanasan awal tungku menggunakan LPG sampai dinding tungku mencapai temperatur tertentu (sekitar 400 – 500oC), suatu kondisi di mana bila batubara diumpankan ke dalam tungku, batubara tersebut langsung dapat terbakar dengan sendirinya.

Setelah temperatur tersebut tercapai, LPG dimatikan dan batubara diumpankan ke dalam tungku dengan laju umpan dan udara lebih yang telah ditentukan dalam parameter pengujian. Kemudian penyalaan diamati, jka terjadi pembakaran batubara yang ditandai dengan kenaikan temperatur dan perubahan komposisi gas buang, berarti batubara dapat terbakar pada temperatur tersebut. Kemudian umpan batubara dimatikan dan pembakaran LPG dimulai lagi, temperatur dinding dinaikkan 10oC, jika tidak terjadi pembakaran batubara pada temperatur sebelumnya. Demikian seterusnya, temperatur tungku dinaikkan 10oC hingga terjadi pembakaran terhadap batubara yang diumpankan atau diturunkan 10oC bila pada temperatur sebelumnya terjadi penyalaan hingga batubara tidak dapat menyala bila diumpankan. Temperatur penyalaan diambil pada temperatur dinding tungku minimal di mana terjadi pembakaran terhadap batubara yang diumpankan. Pengujian temperatur penyalaan ini dilakukan sekali untuk setiap ukuran batubara yang digunakan.

Setelah temperatur penyalaan ditentukan, kemudian dilakukan pengukuran terhadap parameter-parameter yang menentukan karakteristik pembakaran batubara lainnya dengan menggunakan Suction Pyrometer untuk mengukur temperatur gas pembakaran (temperatur di dalam tungku) melalui lubang pengamat di sepanjang tungku. Semua ini dilakukan setelah tercapai kondisi pembakaran batubara yang stabil, yang ditandai dengan temperatur gas buang konstan dan profil temperatur dinding juga konstan.

Aplikasi

Batubara

Layanan uji pembakaran batubara


© 2021 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Balai Teknologi Bahan Bakar dan Rekayasa Disain - BPPT